Senin, 28 April 2014

Sebuah Perjalanan Bodoh...

aku tak tahu ini bermula dari kapan...
aku juga tak tahu apa yang aku rasakan....
mungkin suatu kebodohan...
atau mungkin bisa dibilang suatu kegilaan...
yang jelas itu semua ada dalam hatiku.... 
walaupun mulai samar-samar karena mungkin karena waktu...

Suatu pagi yang begitu pagi aku terbangun dengan cukup semangat. Entah karena hari yang cerah atau apa pokoknya lagi semangat aja. Mandi. Berpakaian rapi dan pergi keluar dengan menggunakan sepeda. Memakai baju lengan panjang, celana panjang dan sepatu sport biasa ditemani dengan tas yang biasa aku pakai. Aku berkaca dan merasa cukup tampan untuk pergi hari ini. Pagi yang begitu cerah. Nampak di sana-sini masih sedikit yang beraktivitas karena cukup pagi aku keluar. Masih begitu sedikit polusi karena masih sedikit kendaraan yang ada. Aku bersepeda menyusuri kota pelajar ini sambil menikmati keadaan kota yang membuatku nyaman. Tak begitu lama aku bersepeda, berhentilah aku di sebuah toko bunga. Aku membeli sebuah bunga mawar merah. Aku meminta pada penjual bunga untuk menghiasnya dengan plastik kado agar tampak lebih menarik. Selesai itu bunga tersebut aku simpan dalam tas yang aku bawa.

Perjalanan dilanjutkan kembali. Di jalanan kota mulai ramai kendaraan bermotor yang menggunakan jalan. Wajar karena hari ini adalah hari kerja sehingga banyak kendaraan yang menggunakan jalan. Kendaraan ada yang saling mendahului mengejar waktu agar cepat sampai tujuan. Beginilah suasana kota yang mulai menggeliat melakukan aktivitasnya. Tak lama setelah itu, aku sampai pada sebuah minimarket. Di dalam sana aku mencari di bagian makanan. Aku mengambil 1 kotak coklat ukuran sedang kemudian membayarnya di kasir. Sama dengan bunga mawar, coklat itu aku masukkan ke dalam tas yang aku bawa. Perjalanan kemudian berlanjut kembali.

Aku mengayuh sepeda dengan santai sambil menikmati suasana kota. Sebenarnya aku juga nggak gitu ngerti kenapa aku ingin bersepeda pagi itu. Kenapa harus berpakaian rapi. Sampai aku membeli beberapa barang yang telah berada di dalam tasnya sekarang. Entah apa nama kondisiku ini. Mungkin ini yang disebut dengan "Blank". Mengikuti kata hati tapi setelah melakukan masih bertanya-tanya kenapa melakukan itu. Entah tiba-tiba lupa atau apa. Hanya ingin melakukan hal itu sebuah penjelasan yang sementara aku dapat.

Cukup lama aku mengayuh sepeda. Aku berhenti pada sebuah warung cepat saji. Warung itu cukup terkenal di kota ini. Entah memiliki cabang di kota lain atau tidak juga nggak ngerti. Dan kenapa aku jelasin itu juga nggak tau kenapa. nggak penting banget ya... hahahaha....

"Pesen paket yang ini ya mbak." kataku kepada pelayan warung cepat saji itu sambil menunjuk ke menu yang terdapat di sana.

Setelah memesan dan membayarnya, aku berdiri sejenak sambil melihat sekitar apakah ada tempat yang bisa aku ditempati. Tujuan untuk duduk sudah diputuskan dan akupun mulai berjalan ke sana. Aku duduk di sana serta melihat-lihat sekitar. Dalam hatiku bertanya-tanya sepertinya aku pernah merasakan suasana seperti ini. 

Tidak lama kemudian pesanan sudah datang. "Makasih ya." kataku reflek ketika menerima pesanan dari pelayan.

"Mari makan!" kataku mengasyikan diri sendiri. Ketika mulai makan, hatiku bertanya-tanya rasanya kenapa nggak asing dengan keadaan seperti ini. Mataku agak lama tertahan melihat kursi kosong di depanku. Seperti mengingatkan akan sesuatu. Akan tetapi nggak begitu ingat. Suasana ini pernah aku rasakan bersama seseorang tapi aku nggak ingat dengan siapa dan kenapa rasanya seperti ini.

Rasa membingungkan itu hanya sesaat karena terlalu rumit aku rasa dan akhirnya aku memutuskan tak menghiraukan rasa itu. Setelah mengisi perut yang dari pagi belum diisi dan beristirahat sejenak agar makanan yang telah dimakan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh perjalanan pun dilanjutkan. Hari yang lumayan sudah terik. aku berfikir untuk tujuan pemberhentian selanjutnya adalah tempat yang tidak jauh, tidak panas dan ada tempat untuk menghabiskan waktu sampai sore karena malas banget kalo terik begini berjalan pulang ke kost yang lumayan panas kalo siang.

Tujuan telah diputuskan. Akupun beranjak dari warung makan cepat saji itu. Aku mengambil sepeda di tempat parkir dan mulai mengayuh sepeda ke tujuan selanjutnya. Cukup lama juga untuk mencapai tujuan selanjutnya itu dengan sepeda apalagi dengan kecepatan santai seperti yang aku lakukan sekarang. Walaupun panas nggak menggoyahkanku untuk menikmati keadaan sekitar dengan mengayuh sepeda dengan santai. Aku bisa cukup memperhatikan orang yang berlalulalang di jalan. Entah kenapa mulut ini tergerak untuk tersenyum hanya dengan melihat segala aktivitas orang yang ada di jalan atau di pinggir jalan walaupun nggak kenal dengan orang tersebut.

Sampai juga ke tempat parkir di daerah tujuan. Segera aku menaruh sepeda di situ dan menerima karcis parkir dari "tukang parkir". Tempat tujuan itu adalah sebuah mall yang cukup terkenal di kota ini. Tempat yang cocok menghabiskan waktu dengan melihat barang-barang yang dijual di sana dan melihat aktivitas orang yang berada di sana. Masuk ke dalam mall, pertama kali yang aku cari adalah tempat yang jual minuman untuk menemani menghabiskan waktu.

Minuman yang dicari sudah dibeli, tinggal mencari tempat untuk menghabiskan waktu. Mencari tempat duduk yang emang disediakan pihak mall untuk pengunjung karena menurutku menghabiskan waktu di tempat makan sendirian itu kurang asik.

Menemukan tempat di salah satu ruang di mall tersebut yang cukup enak untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan di sana. Duduk manis di sana. Memperhatikan sekitar sambil sesekali "mensruput" minuman yang telah aku beli untuk menemani. Aku ingat telah membeli 1 kotak coklat dan nggak ada salahnya juga menemani. Aku membukanya dan memakan coklat itu. Ketika memakan coklat itu teringat sesuatu. Caraku makan coklat ini dulu ada yang mengajari tapi aku tak bisa mengingatnya dengan jelas.

"kalo mau menikmati coklat itu biarin coklat itu lumer di mulut perlahan-lahan." kata-kata itu yang teringat di otakku.

Coklat itu aku nikmati potongan demi potongan dengan cara itu. Coklat itu habis duluan daripada minumannya. Melihat jam di handphone. 

"Masih belum sore ternyata." kataku dalam hati.

Sampah dari coklat itu aku letakkan di sampingku. Aku masih malas beranjak dari tempat duduk sekalian kalo mau pergi saja. Aku teringat akan buku yang belum selesai aku baca di dalam tas.

"Mending baca buku biar nggak kerasa kalo udah sore" kataku dalam hati lagi.

Aku membuka tas untuk mencari buku itu. Terlihat bunga mawar yang aku beli awal perjalanan tadi. Aku seperti teringat sesuatu. Seperti rasa rindu dan sesuatu yang agak menyesakkan dada. Aku masih berfikir apa yang aku rasakan. Dan sepertinya emang bunga itu mengingatkan akan sesuatu. Apakah itu yang disebut naluri yang mengingat sesuatu? atau tubuh yang mengingat sesuatu? sehingga tanpa sadar bisa melakukan beberapa hal yang kadang nggak kita sadari. Sebuah sosok yang dekat agak samar-samar di benakku akan tetapi tetap saja susah untuk mengingat siapa dia.

Aku memegang bunga itu selama beberapa saat. "Mungkin kamu mengingatkan aku pada janjiku tapi aku tidak ingat jelas janji itu" kata ku lirih sambil menatap bunga itu.

Aku letakkan kembali bunga itu dalam tas dan mengambil buku yang aku cari tepat di sebelahnya. Aku membaca buku selama beberapa lama. Aku kembali melihat jam di handphone. Waktu menunjukkan sudah sore.

"Wah dah sore nih, waktunya pulang." kataku mengasyikkan diri sambil beranjak dari tempat dudukku. Sampah coklat yang berada di sampingku tadi tidak lupa aku bawa. Aku mencari tempat sampah terdekat dan membuang semua sampah minuman dan makanan yang aku beli. Mengambil sepeda di tempat parkir dan mengayuh sepedaku lagi untuk kembali ke kost.