Hmmm.... ketika aku melamun. Aku teringat pada pengalamanku ketika pertama kali memiliki motivasi untuk mengarang cerita.waktu itu aku masih SD. Tepatnya kelas 5 SD. Waktu itu di sekolah ada sebuah cerita mengenai si Kodok dan si Monyet. Secara garis besar ceritanya begini.
Dahulu kalah hidup si kodok dan si monyet di sebuah pinggiran hutan. Tak jauh dari sana terdapat pemukiman manusia. Suatu waktu si monyet sedang asik makan pisang di atas pohon pisang. Tiba-tiba seorang manusia berteriak-teriak mengusir si monyet di pohon pisang sambil membawa parang. Si monyet pun bergelantungan kabur dari manusia itu. Masuk ke dalam hutan. Bertemulah dengan si kodok, teman si monyet.
"Kenapa kamu nyet?!" tanya si kodok pada si monyet. "Dari kebun pisang tempat manusia di pinggir hutan sana ya?"
"iya, untung aku bisa kabur." kata si monyet masih agak terengah-engah gara-gara bergelantungan kabur dari manusia.
Si monyet mendekat dan akhirnya berada di sebelah si kodok. Mereka kemudian berjalan bersama
"Kamu dari kemarin kepergok terus. Nggak takut ketangkep apa kamu, nyet?!" tanya si monyet
"Ya mau gimana lagi?!" jawab si monyet sekenanya sambil mengangkat bahu.
"hmmmm.... mending daripada gitu kita tanam pohon pisang aja. Kalau berbuah kita bisa makan sepuasnya tanpa harus takut kepergok." ide si kodok.
"Boleh juga tuh." kata kodok dengan wajah berseri membayangkan banyak pisang yang bisa dia makan sepuasnya. "Tapi dimana kita dapat pohon pisang untuk kita tanam?"
"hmmmm... sepertinya di sungai banyak pohon pisang yang hanyut di sungai. Kita cari saja di sana." kata si Kodok
Mereka pun berjalan menuju sungai. Benar kata si kodok belum lama mereka menunggu di sungai terlihat sebuah pohon pisang yang hanyut di sungai.
"Itu ada sebuah pohon pisang yang hanyut" kata si monyet.
"Oh iya, akan aku ambil" kata si kodok sambil mulai berenang ke arah pohon pisang yang hanyut itu.
Pohon pisang itu akhirnya sampai di tepi sungai tempat si monyet berada.
"hmmm.... bagaimana kalo kita bagi dua pohon pisang ini atau kita tunggu dulu? siapa tahu akan ada pohon pisang lain yang hanyut." Kata si monyet.
"Oke kita coba tunggu beberapa waktu, mungkin akan ada pohon pisang yang hanyut lagi." kata si kodok
Setelah beberapa lama menunggu, tak kunjung ada yang terlihat pohon pisang yang hanyut.
"Sepertinya nggak ada pohon pisang yang hanyut lagi." kata si kodok sambil memperhatikan sungai berharap akan ada pohon pisang yang hanyut.
"Iya nih. Kita bagi saja pohon pisang ini. Aku bagian atas kamu bagian bawah." kata si monyet girang dan mulai menjauh dari si kodok.
Si kodok sepertinya merasa seperti ada yang aneh dan kemudian berteriak kepada si monyet yang berjalan menjauh dari si kodok. "Lho kan yang berbuah kan bagian atas...."
Si kodok tidak meneruskan karena melihat si monyet sudah cukup jauh dan tak mendengar kata-katanya karena terlalu senang. Mereka berdua pun menanam bagian pohon pisang yang mereka dapatkan itu. Beberapa waktu pun berlalu dan pohon pisang milik si kodok berbuah. Karena si kodok tidak bisa memanjat pohon pisang. Si kodok meminta bantuan si monyet untuk memetikan pisang tersebut. Si monyet pun mau dengan senang hati. Sesampainya di pohon pisang si kodok dengan semangat si monyet memanjat pohon dan memetik buah pisang itu.
Tapi sayang dia memetik buah pisang itu untuk dia makan sendiri. Di atas pohon si monyet memakan pisang tersebut. Karena asik memakan buah pisang dia lupa kalau ada si kodok masih ada di bawah menanti. Melihat si monyet kemudian si kodok berkata agak berteriak, "Janganlah kamu makan semua buah pisang itu bagilah aku satu saja."
Si monyet mendengar kata si kodok dan berkata, "Nih kamu makan kulitnya saja!"
Dilemparkanlah kulit pisang ke arah kodok beberapa kali. Melihat tingkah si monyet, si kodok pun berkata," Makanlah pisang itu semuanya, aku lebih suka nyamuk daripada pisang."
Si kodok pergi menjauh dari sana. Si monyet sedang asik memakan pisang yang ada di sana. Pisangnya besar dan banyak. Tapi karena keserakahan si monyet yang memakan semua pisang. Dia merasa kekenyangan. Badannya sulit bergerak karena terlalu kenyang akhirnya dia malah terjatuh ke sungai....
begitulah cerita awalnya yang menjadi motivasiku untuk menulis beberapa cerita lainnya. Karena setelah membaca cerita ini aku disuruh oleh Guru untuk menuliskan cerita lanjutannya. Aku menulis beberapa cerita untuk lanjutan cerita awal tersebut dan itu akan menjadi terusan dari blog ini. nantikan saja segera akan saya upload beberapa cerita terusan yang saya buat ^^